Wednesday, February 14, 2007

Untuk.......

Tinggallah antara kau dan aku
pada akhir nyanyian bisu yang tak kumengerti
Saat camar merecah cakrawala
Dan harapan yang jatuh
Seperti bulir-bulir senja. Yang tak juga membalut luka,
Hanya angin menggema di puncak menara tua

Pada ketakpastian hidup kukidungkan laguku
Menuju amuk samudera, ingatan tentang kamu.
Dan hatiku yang terapung didalamnya.
Bergejolak.

Valentine ku ....!

Tuesday, February 13, 2007

Aku ingin mencintaimu sekali lagi..!

Saat malam yang panjang dan dingin

merayap membungkusmu dengan gulita

Siapa yang membuatmu memahami makna kesepian?


Kala malam diterangi kunang-kunang kota

melingkupimu dengan benderang

Siapa yang kau harapkan datang dan memelukmu?

Aku ingin mencintaimu

sekali lagi,...

bolehkah?

Wednesday, January 24, 2007

"Aku mencintaimu diatas Kebencianmu.!"

Aku ingin mencintai dengan kesendirian di hati ku
Sunyi dan tak bergerak
Redup dan gelap
Menyelam kedasar mencari negri tak bertuan
Diantara udara yang begitu pekat
Mengantarkan ribuan tikaman kedalam hati ku

Cinta hanyalah sebuah kesendirian yang mendera
Saat kau bisikan di telinga ku
Namun aku tak mampu membaca setiap gerak bibir mu
Tak terdengar...
Bahkan tak mampu memahami bahasa tubuh mu
Di setiap jengkal hati mu menjelma cahaya
Menyilaukan sadarku

Apapun makna cinta ini
Perlahan tetap ku telusuri
Hingga ku temui senyumu yang paling indah

Aku mencintai mu dengan kesendirian
Meski engkau teramat membenci ku
Aku tak akan perduli
Sebab kesendirian ini mengirimkan ku
Sebuah cinta atas diri mu

"Me,Love and Logic...!"

Bahwa manusia, pada dasarnya hanya memiliki dua hal dalam kehidupan....Yaitu kebahagian dan ketidak bahagiaan (maksdunya kesedihan)....dan menurut gue ada satu lagi yaitu perasaan netral, yaitu tidak merasakan kebahagiaan dan juga tidak merasakan kesedihan.....

Oh how i wish the world is as simple as what utilitarians said, "bahwa semakin banyak seseorang dapat mengkonsumsi barang semakin seseorang itu bahagia".....Tapi kenyataannya kan gak, banyak orang yang memiliki segalanya tapi gak bahagia meski mereka setidaknya rada sulit merasa kesusahan karena memiliki segalanya.....

manusia saat ini merasakan kosong pada dirinya....kekosongan itu merupakan sebuah wujud dimana ia seharusnya merasakan sebuah kebahagiaan namun kebahagiaan itu juga tidak kunjung datang.....

Sebuah situasi dimana segala kebutuhannya ia miliki namun ia merasakan ada yang kurang dari segala sesuatu yang ia miliki itu.....Sebuah perasaan "mati"....numb....terus ada dihati manusia....perasaan yang hadir dari sebuah pemikiran konservatif dimana sebuah perasaan tidak penting dibandingkan logika....Dimana manusia pada zaman ini harus menutupi perasaannya dan bergerak seperti robot dengan berdasarkan logika....

Oleh karenanya kehidupan sebagai artis (pelukis, musisi, penulis) dipandang sebelah mata....dan dianggap harus sebagai hobi....kurang lebih begitulah logika salah yang ada pada society sekarang ini.....dan hal ini terus dan terus berkembang menyebar dan mewabah tanpa pernah kita ketahui bahwa ini dapat membuat perasaan mati.....

Banyak orang yang telah mati perasaannya mencari "thrill" untuk menghidupkan kembali perasaannya ini....Ada pria yang menjadi hidung belang dengan harapan dengan membeli merchandise ia akan merasakan kebahagiaan.....Ada wanita yang berubah menjadi shopholic dengan harapan yang sama dengan pria hidung belang.....Ada juga yang berubah menjadi workaholic dan berhenti memikirkan hal ini semua dan membiarkannya lewat dan living with the flow....

Jadi, mo sampai kapan kita hidup dengan hati yang bolong?.....Yang berapa kalipun lo coba masukin cinta tidak bakal bisa penuh.....

Masalahnya bukan diluar....Tapi di dalam......Bukan di alam semesta......Tapi di hati sendiri.....Mungkin ini sulit dilihat.....Tapi bercermin lah.....Siapa tau kau lihat apa yang kulihat.....

Tuesday, January 16, 2007

"Everything changes.!"


"A SHORT STORY OF OUR TOGETHERNESS"

Friday, December 22, 2006

"Angan-Angan gak penting"

Tadi malam ...
aku terbangun...seperti biasa...
entah apa yang mengganggu
kembali ku teringat dirinya
TOLOL dan BODOH memang...
kutahu dia telah berdua,
tapi...
jika penyakit bernama cemburu itu meraja
kembali dalam hati...

hanya sesuatu perasaan yang tidak bisa
ku jelaskan karena diriku sendiri tak tahu apa itu??!!
tanpa sadar telah terurai...

Aku tak tahu harus bersyukur atau sumpah serapah..?!!
aku tahu indah jatuh cinta tapi aku tahu juga...
aku mencintai sesuatu tidak dengan cara yang benar...
Aku harus dapat lepas dari semua ini...

Entah harus ku hargai dengan apa
semua itu....
aku hanya dapat memberinya senyum
untuk saat ini...

...tidak lebih...

"Coretan awal tahun"

Saat ini fikiranku tengah berkejaran dengan hatiku,…ia tersengal-sengal mencoba mendahului perasaanku yang sangat kuat, tak terkalahkan. Akankah fikiranku menang, Tuhan? Akankah pada akhirnya dia bisa membuatku mengambil keputusan yang paling tepat? Fikiranku berkata bahwa bukan dia orangnya, bukan dia yang pantas mendampingiku, bukan dia orang yang tulus ingin bersamaku. Fikiranku dapat membaca, ada ketidak tulusan dalam dirinya, semua yang ia katakan padaku itu bohong…dia manis bagaikan madu…segar bagaikan embun di pagi hari…tapi semua itu semu. Dia bukanlah apa yang aku lihat. Aku cukup pintar untuk mengenali semua maksud dan tujuannya padaku..sayangnya hatiku terlalu bodoh untuk menerima kenyataan itu….

Kenapa dalam hatiku menggema dengan begitu kencang semua kata-kata sayang dan gelak tawa yang kupunya bersamanya? Dan lantas kenapa semua itu membuatku kembali lumpuh, takut kehilangannya. Ketakutan itu membuat hatiku berlari melesat semakin kencang, berusaha mengalahkan fikiranku yang sudah sejalan dengan kenyataan.

Kenapa bagian yang terpahit dari semua ini adalah karena aku mencintainya?

Aku memang sakit karena ia menipuku atas perasaannya, sakit karena dia menjadikan aku sebagai alat mencapai semua kemauan dan keinginannya…tapi yang paling sakit adalah karena di atas semua sikap dan sifatnya itu, aku tetap mencintainya….

Cintaku tak buta, walau cinta itu buta, kata mereka…
Tidak, cintaku dapat memandang sejauh angkasa, dapat berenang menemukan kejujuran menyebrangi samudera...
tapi cinta hanyalah cinta,…ia tak dapat memilih mana yang akan menjadi sasarannya, tak dapat menentukan tempat apa yang harus disinggahinya…
Apapun keadaannya, semua rasa ini tetap padanya,…

Tapi sudahlah….satu kali ini saja biar ku abaikan sejenak cinta. Biar dia menghela nafasnya sendiri…biar dia mencari udaranya sendiri…ku tak perlu menuntunnya, tak perlu mengemis untuk mendapatkannya…seharusnya ia yang mengemis untuk mendapatkanku…karena cinta butuh logika,…hidupku tidak akan kenyang dengan kata-kata cinta yang senantiasa kau ucapkan…yang kubutuhkan sekarang hanya ketulusan, suatu kejujuran.

Ada lah di sini bersamaku karena kau mencintaiku, bukan karena kau mencintai dirimu sendiri……..

"Sayap yang Tak akan pernah patah..!"

Mari kita bicara tentang orang-orang yang patah hati. Atau kasihnya tak sampai, atau cintanya tertolak. Seperti sayap-sayap Gibran yang patah. Atau kisah kasih Zainuddin dan Hayati yang kandas ketika kapal Vanderwicjk tenggelam. Atau cinta Qais dan Laila yang membuat mereka ‘majnun’, lalu mati. Atau, jangan-jangan ini juga cerita tentang cintamu sendiri, yang kandas ditempa takdir, atau layu tak berbalas.

Itu cerita cinta yang digali dari mata air air mata. Dunia tidak merah jambu disana. Hanya ada Qais yang telah majnun dan meratap di tengah gurun kenestapaan sembari memanggil burung-burung

O burung, adakah yang mau meminjamkan sayap
Aku ingin terbang menjemput sang kekasih hati.

Di alam jiwa, sayap cinta itu sesungguhnya tak pernah patah. Kasih selalu sampai disana, Apabila ada cinta dihati yang satu, pastilah ada cinta di hati yang lain,“Sebab tangan yang satu tak kan bisa bertepuk tanpa tangan yang lain”.

Mungkin Kalau cinta berawal dan berakhir karena Allah, maka cinta yang lain hanya upaya menunjukkan cinta pada-Nya, pengejawantahan ibadah hati yang paling hakiki: Selamanya memberi yang bisa kita berikan, selamanya membahagiakan orang-orang yang kita cintai. Dalam makna memberi itu posisi kita sangat kuat: kita tak perlu kecewa atau terhina dengan penolakan, atau lemah atau melankolik saat kasih kandas karena takdir-Nya. Sebab disini kita justru sedang melakukan sebuah “pekerjaan jiwa” yang besar dan agung: mencintai.

Ketika kasih tak sampai, atau uluran tangan cinta tertolak, yang sesungguhnya terjadi hanyalah “kesempatan memberi” yang lewat. Hanya itu. Setiap saat kesempatan semacam itu dapat terulang. Selama kita memiliki cinta, memiliki “sesuatu” yang dapat kita berikan, Maka persoalan penolakan atau ketidaksampaian, jadi tidak relevan. Ini hanya murni masalah waktu. Para pecinta sejati selamanya hanya bertanya: “Apakah yang akan kuberikan?” Tentang kepada “siapa” sesuatu itu diberikan, itu menjadi sekunder.

Jadi tidak hanya patah atau hancur karena lemah. Kita lemah karena posisi jiwa kita salah. Seperti ini: kita mencintai seseorang, lalu kita menggantungkan harapan kebahagiaan hidup dengan hidup bersamanya! Maka ketika dia menolak untuk hidup bersama, itu lantas menjadi sumber kesengsaraan. Kita menderita bukan karena kita mencintai. Tapi karena kita menggantungkan sumber kebahagiaan kita pada kenyataan bahwa orang lain mencintai kita.