Mengapa kita menutup mata,
ketika kita tidur ?
ketika kita menangis ?
ketika kita membayangkan ?
Ini karena hal TERINDAH di dunia TIDAK TERLIHAT.
Kebahagiaan selalu ada untuk mereka yang menangis,
yang tersakiti,yang telah mencari, dan yang telah mencoba..
Karena ....
mereka-lah yang bisa menghargai
betapa pentingnya orang-orang istimewa
yang telah menyentuh kehidupan mereka..
Orang terkuat bukanlah mereka yang selalu menang,
melainkan mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh...
bahkan ke dalam jurang terdalam.
Entah bagaimana.. dalam perjalanan kehidupan,
kau belajar tentang dirimu sendiri dan menyadari
bahwa penyesalan tidak seharusnya ada.
Mencintai....
Bukanlah bagaimana kau melupakan, melainkan
bagaimana kau memaafkan..
Bukanlah bagaimana kau mendengarkan,
melainkan bagaimana kau mengerti..
Bukanlah apa yang kau lihat, melainkan apa yang kau rasakan..
Bukanlah bagaimana kau melepaskan,melainkan
bagaimana kau bertahan..
Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati ..
dibandingkan menangis tersedu-sedu ...
air mata yang keluar dapat dihapus..
sementara air mata yang tersembunyi
menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang..
Dalam urusan cinta, kita sangat jarang menang..
tapi ketika cinta itu tulus, meskipun kalah,
kau tetap menang hanya karena kau berbahagia
dapat mencintai seseorang lebih dari kau mencintai
dirimu sendiri..
Apabila kau benar benar mencintai seseorang,
jangan lepaskan dia, jangan percaya bahwa
melepaskan selalu berarti kau benar benar
mencintai, Tidak..bukan itu maksudnya..
melainkan berjuanglah demi cintamu,
itulah.....cinta sejati.....
Kadang kala orang yang kau cintai adalah
orang yang paling menyakiti hatimu &
kadang kala, teman yang menangis bersamamu..
Itu semua adalah cinta yang tidak kau sadari....
Friday, July 29, 2005
Monday, July 25, 2005
TENTANG KITA
PATUNG SANG PEMAHAT
Suatu ketika, hiduplah seorang pemahat. Pemahat ini, bekerja pada
seorang raja yang masyhur dengan tanah kekuasaannya. Wilayah
pemerintahannya sangatlah luas. Hal itu membuat siapapun yang
mengenalnya, menaruh hormat pada raja ini. Sang pemahat, sudah lama
sekali bekerja pada raja ini. Tugasnya adalah membuat patung-patung
yang diletakkan menghiasi taman-taman istana. Pahatannya indah,
karena itulah, ia menjadi kepercayaan raja itu sejak lama. Ada
banyak raja-raja sahabat yang mengagumi keindahan pahatannya saat
mengunjungi taman istana.
Suatu hari, sang raja mempunyai rencana besar. Baginda ingin membuat
patung dari seluruh keluarga dan pembantu-pembantu terbaiknya.
Jumlahnya cukup banyak, ada 100 buah. Patung-patung keluarga raja
akan di letakkan di tengah taman istana, sementara patung prajurit
dan pembantunya akan di letakkan di sekeliling taman. Baginda ingin,
patung prajurit itu tampak sedang melindungi dirinya.
Sang pemahat pun mulai bekerja keras, siang dan malam. Beberapa
bulan kemudian, tugas itu hampir selesai. Sang Raja kemudian datang
memeriksa tugas yang di perintahkannya. "Bagus. Bagus sekali, ujar
sang Raja. "Sebelum aku lupa, buatlah juga patung dirimu sendiri,
untuk melengkapi monumen ini."
Mendengar perintah itu, pemahat ini pun mulai bekerja kembali.
Setelah beberapa lama, ia pun selesai membuat patung dirinya
sendiri. Namun sayang, pahatannya tak halus. Sisi-sisinya pun kasar
tampak tak dipoles dengan rapi. Ia berpikir, untuk apa membuat
patung yang bagus, kalau hanya untuk di letakkan di luar
taman. "Patung itu akan lebih sering terkena hujan dan panas,"
ucapnya dalam hati, pasti, akan cepat rusak."
Waktu yang dimintapun telah usai. Sang raja kembali datang, untuk
melihat pekerjaan pemahat. Ia pun puas. Namun, ada satu hal kecil
yang menarik perhatiannya. "Mengapa patung dirimu tak sehalus patung
diriku ? Padahal, aku ingin sekali meletakkan patung dirimu di dekat
patungku. Kalau ini yang terjadi, tentu aku akan membatalkannya, dan
menempatkan mu bersama patung prajurit yang lain di depan sana."
Menyesal dengan perbuatannya, sang pemahat hanya bisa pasrah. Patung
dirinya, hanya bisa hadir di depan, terkena panas dan hujan, seperti
harapan yang dimilikinya..
REFLECTION
Teman, seperti apakah kita menghargai diri sendiri ? Seperti apakah
kita bercermin pada diri kita ? Bagaimanakah kita menempatkan
kebanggaan atas diri kita ? Ada kalanya memang, ada orang-orang yang
selalu pesimis dengan dirinya sendiri. Mereka, kerap memandang
rendah kemuliaan yang mereka miliki.
Namun, apakah kita mau dimasukkan ke dalam bagian itu. Saya percaya,
tak banyak orang yang menghendaki dirinya mau dimasukkan sebagai
orang yang pesimis. Kita akan lebih suka menjadi orang yang bernilai
lebih. Sebab, Allah pun menciptakan kita tak dengan cara yang main-
main. Allah menciptakan kita dengan kemuliaan mahluk yang sempurna.
Dan teman, sesungguhnya, kita sedang memahat patung diri kita saat
ini. Tapi patung seperti apakah yang sedang kita buat ? Patung yang
kasar, yang tak halus pahatannya, ataukah patung yang indah, yang
memancarkan kemuliaan-Nya? Patung yang bernilai mahal, yang menjadi
hiasan terindah, atau patung yang berharga murah yang tak layak
diletakkan di tempat utama ?
Memang, tak ada yang tahu akan ditempatkan dimana patung-patung diri
kita kelak. Karena hanya Allah-lah Maha Tahu. Karenanya, bentuklah
patung-patung itu dengan indah. Pahatlah dengan halus, agar kita
bisa ditempatkan di tempat yang terbaik, di sisi-Nya. Poleslah
setiap sisinya dengan kearifan budi, dan kebijakan hati, agar
memancarkan keindahan. Susuri setiap lekuknya dengan kesabaran, dan
keikhlasan. Pahatan yang kita torehkan saat ini, akan menentukan
tempat kita di akhirat kelak. Bentuklah "patung" diri Anda dengan
indah !
Suatu ketika, hiduplah seorang pemahat. Pemahat ini, bekerja pada
seorang raja yang masyhur dengan tanah kekuasaannya. Wilayah
pemerintahannya sangatlah luas. Hal itu membuat siapapun yang
mengenalnya, menaruh hormat pada raja ini. Sang pemahat, sudah lama
sekali bekerja pada raja ini. Tugasnya adalah membuat patung-patung
yang diletakkan menghiasi taman-taman istana. Pahatannya indah,
karena itulah, ia menjadi kepercayaan raja itu sejak lama. Ada
banyak raja-raja sahabat yang mengagumi keindahan pahatannya saat
mengunjungi taman istana.
Suatu hari, sang raja mempunyai rencana besar. Baginda ingin membuat
patung dari seluruh keluarga dan pembantu-pembantu terbaiknya.
Jumlahnya cukup banyak, ada 100 buah. Patung-patung keluarga raja
akan di letakkan di tengah taman istana, sementara patung prajurit
dan pembantunya akan di letakkan di sekeliling taman. Baginda ingin,
patung prajurit itu tampak sedang melindungi dirinya.
Sang pemahat pun mulai bekerja keras, siang dan malam. Beberapa
bulan kemudian, tugas itu hampir selesai. Sang Raja kemudian datang
memeriksa tugas yang di perintahkannya. "Bagus. Bagus sekali, ujar
sang Raja. "Sebelum aku lupa, buatlah juga patung dirimu sendiri,
untuk melengkapi monumen ini."
Mendengar perintah itu, pemahat ini pun mulai bekerja kembali.
Setelah beberapa lama, ia pun selesai membuat patung dirinya
sendiri. Namun sayang, pahatannya tak halus. Sisi-sisinya pun kasar
tampak tak dipoles dengan rapi. Ia berpikir, untuk apa membuat
patung yang bagus, kalau hanya untuk di letakkan di luar
taman. "Patung itu akan lebih sering terkena hujan dan panas,"
ucapnya dalam hati, pasti, akan cepat rusak."
Waktu yang dimintapun telah usai. Sang raja kembali datang, untuk
melihat pekerjaan pemahat. Ia pun puas. Namun, ada satu hal kecil
yang menarik perhatiannya. "Mengapa patung dirimu tak sehalus patung
diriku ? Padahal, aku ingin sekali meletakkan patung dirimu di dekat
patungku. Kalau ini yang terjadi, tentu aku akan membatalkannya, dan
menempatkan mu bersama patung prajurit yang lain di depan sana."
Menyesal dengan perbuatannya, sang pemahat hanya bisa pasrah. Patung
dirinya, hanya bisa hadir di depan, terkena panas dan hujan, seperti
harapan yang dimilikinya..
REFLECTION
Teman, seperti apakah kita menghargai diri sendiri ? Seperti apakah
kita bercermin pada diri kita ? Bagaimanakah kita menempatkan
kebanggaan atas diri kita ? Ada kalanya memang, ada orang-orang yang
selalu pesimis dengan dirinya sendiri. Mereka, kerap memandang
rendah kemuliaan yang mereka miliki.
Namun, apakah kita mau dimasukkan ke dalam bagian itu. Saya percaya,
tak banyak orang yang menghendaki dirinya mau dimasukkan sebagai
orang yang pesimis. Kita akan lebih suka menjadi orang yang bernilai
lebih. Sebab, Allah pun menciptakan kita tak dengan cara yang main-
main. Allah menciptakan kita dengan kemuliaan mahluk yang sempurna.
Dan teman, sesungguhnya, kita sedang memahat patung diri kita saat
ini. Tapi patung seperti apakah yang sedang kita buat ? Patung yang
kasar, yang tak halus pahatannya, ataukah patung yang indah, yang
memancarkan kemuliaan-Nya? Patung yang bernilai mahal, yang menjadi
hiasan terindah, atau patung yang berharga murah yang tak layak
diletakkan di tempat utama ?
Memang, tak ada yang tahu akan ditempatkan dimana patung-patung diri
kita kelak. Karena hanya Allah-lah Maha Tahu. Karenanya, bentuklah
patung-patung itu dengan indah. Pahatlah dengan halus, agar kita
bisa ditempatkan di tempat yang terbaik, di sisi-Nya. Poleslah
setiap sisinya dengan kearifan budi, dan kebijakan hati, agar
memancarkan keindahan. Susuri setiap lekuknya dengan kesabaran, dan
keikhlasan. Pahatan yang kita torehkan saat ini, akan menentukan
tempat kita di akhirat kelak. Bentuklah "patung" diri Anda dengan
indah !
Wednesday, June 08, 2005
"DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?" PART 1
Ada satu wanita yang sangat AKU cintai..tapi AKU tidak punya keberanian
untuk mengatakannya...Dia tidak cantik..tidak memiliki tubuh yang sexy..
Dia sangat peduli dengan orang lain..religius tapi..dia hanya wanita biasa aja.
AKU menyukainya..sangat menyukainya..Gayanya yang innocent dan apa
adanya..kemandiriannya..kepandaiannya dan kekuatannya...
Alasan AKU tidak mengajaknya kencan karena...
AKU merasa dia sangat biasa dan tidak serasi untukku...
AKU takut...jika kami bersama semua perasaan yang indah ini akan hilang...
AKU takut kalau gosip2 yang ada akan menyakitinya...
AKU merasa dia adalah "sahabatku"...
AKU akan memilikinya tiada batasnya...tidak harus memberikan
semuanya hanya untuk dia...
Alasan yang terakhir..membuat dia menemaniku dalam berbagai pergumulan
selama 3 tahun ini...Dia tau AKU mengejar gadis2 lain dan
AKU telah membuatnya menangisselama 3 tahun...
Ketika AKU mencium pacarku yang ke-2 terlihat olehnya...
Dia hanya tersenyum dengan berwajah merah..."lanjutkan saja" katanya,
setelah itu pergi meninggalkan kami.Esoknya, matanya bengkak..dan merah...
AKU sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis...
but AKU tertawa...bercanda dengannya seharian di ruang itu...
Di sudut ruang itu dia menangis...dia tidak tau bahwa AKU kembali untuk
mengambil sesuatu yang tertinggal...Hampir 1 jam kulihat dia menangis
disana....
Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya...Pernah sekali mereka berdua perang
dingin, AKU tau bukan sifatnya untukmemulai perang dingin...Tapi AKU masih tetap bersama pacarku...
AKU berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dan kaget...
AKU tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama pacarku...
Esoknya masih tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya...
AKU tau dia sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak tau bahwa sakit
hatiku sama buruknya dengan dia...AKU juga sedih...
Ketika AKU putus dengan pacarku yang ke 5, AKU mengajaknya pergi...
Setelah kencan satu hari itu, AKU mengatakan bahwa ada sesuatu yang
ingin kukatakan padanya...Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali
bahwa dia juga ingin mengatakan sesuatu padaku...
AKU cerita tentang putusnya AKU dengan pacarku...
Dia berkata bahwa dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang...
AKU tau pria itu...dia sering mengejarnya selama ini...Pria yang baik,penuh energi dan menarik...
AKU tak bisa memperlihatkan betapa sakit hatiku, AKU hanya tersenyum
dan mengucapkan selamat padanya...Ketika sampai di rumah, sakit hatiku
bertambah kuat dan AKU tidak dapat menahannya...
Seperti ada batu yang sangat berat didadaku...AKU tak bisa bernapas dan
ingin berteriak namun apa daya...
Air mataku mengalir tak terasa aku
menangis karenanya...Sudah sering AKU melihatnya menangis
untuk pria yang mengacuhkan kehadirannya...
Handphoneku bergetar...ternyata ada
SMS masuk...SMS itu dikirim 10
hari yang lalu ketika aku sedih dan
menangis...
SMS itu berbunyi,"DAUN terbang karena
ANGIN bertiup atau karena POHON
tidak memintanya untuk tinggal?"
untuk mengatakannya...Dia tidak cantik..tidak memiliki tubuh yang sexy..
Dia sangat peduli dengan orang lain..religius tapi..dia hanya wanita biasa aja.
AKU menyukainya..sangat menyukainya..Gayanya yang innocent dan apa
adanya..kemandiriannya..kepandaiannya dan kekuatannya...
Alasan AKU tidak mengajaknya kencan karena...
AKU merasa dia sangat biasa dan tidak serasi untukku...
AKU takut...jika kami bersama semua perasaan yang indah ini akan hilang...
AKU takut kalau gosip2 yang ada akan menyakitinya...
AKU merasa dia adalah "sahabatku"...
AKU akan memilikinya tiada batasnya...tidak harus memberikan
semuanya hanya untuk dia...
Alasan yang terakhir..membuat dia menemaniku dalam berbagai pergumulan
selama 3 tahun ini...Dia tau AKU mengejar gadis2 lain dan
AKU telah membuatnya menangisselama 3 tahun...
Ketika AKU mencium pacarku yang ke-2 terlihat olehnya...
Dia hanya tersenyum dengan berwajah merah..."lanjutkan saja" katanya,
setelah itu pergi meninggalkan kami.Esoknya, matanya bengkak..dan merah...
AKU sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis...
but AKU tertawa...bercanda dengannya seharian di ruang itu...
Di sudut ruang itu dia menangis...dia tidak tau bahwa AKU kembali untuk
mengambil sesuatu yang tertinggal...Hampir 1 jam kulihat dia menangis
disana....
Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya...Pernah sekali mereka berdua perang
dingin, AKU tau bukan sifatnya untukmemulai perang dingin...Tapi AKU masih tetap bersama pacarku...
AKU berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dan kaget...
AKU tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama pacarku...
Esoknya masih tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya...
AKU tau dia sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak tau bahwa sakit
hatiku sama buruknya dengan dia...AKU juga sedih...
Ketika AKU putus dengan pacarku yang ke 5, AKU mengajaknya pergi...
Setelah kencan satu hari itu, AKU mengatakan bahwa ada sesuatu yang
ingin kukatakan padanya...Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali
bahwa dia juga ingin mengatakan sesuatu padaku...
AKU cerita tentang putusnya AKU dengan pacarku...
Dia berkata bahwa dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang...
AKU tau pria itu...dia sering mengejarnya selama ini...Pria yang baik,penuh energi dan menarik...
AKU tak bisa memperlihatkan betapa sakit hatiku, AKU hanya tersenyum
dan mengucapkan selamat padanya...Ketika sampai di rumah, sakit hatiku
bertambah kuat dan AKU tidak dapat menahannya...
Seperti ada batu yang sangat berat didadaku...AKU tak bisa bernapas dan
ingin berteriak namun apa daya...
Air mataku mengalir tak terasa aku
menangis karenanya...Sudah sering AKU melihatnya menangis
untuk pria yang mengacuhkan kehadirannya...
Handphoneku bergetar...ternyata ada
SMS masuk...SMS itu dikirim 10
hari yang lalu ketika aku sedih dan
menangis...
SMS itu berbunyi,"DAUN terbang karena
ANGIN bertiup atau karena POHON
tidak memintanya untuk tinggal?"
"DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?" PART 2.
Selama 3 thn AKU dekat dengan seorang pria, bukan sebagai pacar tapi"Sahabat" .
Tapi ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya...
AKU mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah aku pelajari sebelumnya - CEMBURU...
Perasaan di hati ini tidak bisa digambarkan dengan menggunakan Lemon.
Hal itu seperti 100 butir lemon busuk. Mereka hanya bersama selama 2 bulan...
Ketika mereka putus, AKU menyembunyikan perasaan yang luar biasa gembiranya.
Tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis lagi...
AKU menyukainya dan AKU tau bahwa dia juga menyukaiku, tapi mengapa
dia tidak mau mengatakannya?
Jika dia mencintaiku, mengapa dia tidak memulainya dahulu untuk melangkah?
Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku sedih...
Waktu berjalan dan berjalan, hatiku sedih dan kecewa...
AKU mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan...
Tapi..mengapa dia memperlakukanku lebih dari sekedar seorang teman?
Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati...AKU tahukesukaannya...kebiasaannya...
Tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa diketahui...
Kau tidak mengharapkan AKU seorang wanita untuk mengatakannya bukan ?
Diluar itu, AKU mau tetap disampingnya...memberinya perhatian...menemani...dan
mencintainya...
Berharap suatu hari nanti dia akan datang dan mencintaiku...
Hal itu seperti menunggu telephonenya tiap malam...mengharapkan mengirimku SMS...
AKU tau sesibuk apapun dia, pasti meluangkan waktunya untuk ku...
Karena itu, AKU menunggunya...3 tahun cukup berat untuk kulalui dan
AKU mau menyerah...Kadang AKUberpikir untuk tetap menunggu...Dilema yang menemaniku selama 3
tahun ini...
Akhir tahun ke-3, seorang pria mengejarku...setiap hari dia mengejarku tanpa lelah...
Segala daya upaya telah dilakukan walau seringkali ada penolakan dariku...
AKU berpikir...apakah aku ingin memberikan ruang kecil di hatiku untuknya ?!..
Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk terbang dari pohon...
Akhirnya, AKU sadar bahwa AKU tidak ingin memberikan Angin ini ruang
yang kecil di hatiku...
AKU tau Angin akan membawa pergi Daun yang lusuh jauh dan ketempat yang lebih baik...
Akhirnya AKU meninggalkan Pohon...tapi Pohon hanya tersenyum dan
tidak memintaku untuk tinggal...AKU sangat sedih memandangnya
tersenyum ke arahku...
"DAUN terbang karena ANGIN bertiup
atau karena POHON tidak memintanya
untuk tinggal?"
Tapi ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya...
AKU mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah aku pelajari sebelumnya - CEMBURU...
Perasaan di hati ini tidak bisa digambarkan dengan menggunakan Lemon.
Hal itu seperti 100 butir lemon busuk. Mereka hanya bersama selama 2 bulan...
Ketika mereka putus, AKU menyembunyikan perasaan yang luar biasa gembiranya.
Tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis lagi...
AKU menyukainya dan AKU tau bahwa dia juga menyukaiku, tapi mengapa
dia tidak mau mengatakannya?
Jika dia mencintaiku, mengapa dia tidak memulainya dahulu untuk melangkah?
Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku sedih...
Waktu berjalan dan berjalan, hatiku sedih dan kecewa...
AKU mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan...
Tapi..mengapa dia memperlakukanku lebih dari sekedar seorang teman?
Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati...AKU tahukesukaannya...kebiasaannya...
Tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa diketahui...
Kau tidak mengharapkan AKU seorang wanita untuk mengatakannya bukan ?
Diluar itu, AKU mau tetap disampingnya...memberinya perhatian...menemani...dan
mencintainya...
Berharap suatu hari nanti dia akan datang dan mencintaiku...
Hal itu seperti menunggu telephonenya tiap malam...mengharapkan mengirimku SMS...
AKU tau sesibuk apapun dia, pasti meluangkan waktunya untuk ku...
Karena itu, AKU menunggunya...3 tahun cukup berat untuk kulalui dan
AKU mau menyerah...Kadang AKUberpikir untuk tetap menunggu...Dilema yang menemaniku selama 3
tahun ini...
Akhir tahun ke-3, seorang pria mengejarku...setiap hari dia mengejarku tanpa lelah...
Segala daya upaya telah dilakukan walau seringkali ada penolakan dariku...
AKU berpikir...apakah aku ingin memberikan ruang kecil di hatiku untuknya ?!..
Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk terbang dari pohon...
Akhirnya, AKU sadar bahwa AKU tidak ingin memberikan Angin ini ruang
yang kecil di hatiku...
AKU tau Angin akan membawa pergi Daun yang lusuh jauh dan ketempat yang lebih baik...
Akhirnya AKU meninggalkan Pohon...tapi Pohon hanya tersenyum dan
tidak memintaku untuk tinggal...AKU sangat sedih memandangnya
tersenyum ke arahku...
"DAUN terbang karena ANGIN bertiup
atau karena POHON tidak memintanya
untuk tinggal?"
"DAUN terbang karena tiupan ANGIN atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?" PART 3
Pertama kalinya..AKU melihat seseorang memperhatikan kami...
Ketika itu, dia selalu duduk disana sendirian atau dengan teman2nya memerhatikan Pohon...
Ketika Pohon berbicara dengan gadis2, ada cemburu di matanya...
Ketika Pohon melihat ke arah Daun, ada senyum di matanya...
Memperhatikannya menjadi kebiasaanku...seperti daun yang suka melihat Pohon.
Satu hari saja tak kulihat dia...AKU merasa sangat kehilangan...
Di sudut ruang itu, ku lihat pohon sedang memperhatikan daun...
Air mengalir di mata daun ketika Pohon pergi...
Esoknya...Ku lihat Daun di tempatnya yang biasa, sedang memperhatikan Pohon...
AKU melangkah dan tersenyum padanya...Kuambil secarik kertas..kutulis dan kuberikan padanya...
Dia sangat kaget...
Dia melihat ke arahku, tersenyum dan menerima kertas dariku...
Esoknya...dia datang...menghampiriku dan memberikan kembali kertas itu...
Hati Daun sangat kuat dan Angin tidak bisa meniupnya pergi, hal itu
karena Daun tidak mau meninggalkan Pohon.
AKU melihat kearahnya...kuhampiri dengan kata2 itu...
Sangat pelan...dia mulai membuka dirinya dan menerima kehadiranku dan
telponku...
AKU tau orang yang dia cintai bukan AKU...tapi AKU akan berusaha agar
suatu hari dia menyukaiku...Selama 4 bln, AKU telah mengucapkan
kata Cinta tidak kurang dari 20x kepadanya...Hampir tiap kali dia mengalihkan
pembicaraan...tapi AKU tidak menyerah...Keputusanku bulat....AKU ingin
memilikinya...dan berharap dia akan setuju menjadi pacarku....
Aku bertanya," apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak pernah membalas?
Mengapa kau selalu membisu?"Dia berkata, "AKU menengadahkan kepalaku"...
"Ah?" Aku tidak percaya dengan apa yang kudengar...
"Aku menengadahkan kepalaku" dia berteriak...
Kuletakkan telepon......melompat....berlari seribu
langkah...ke rumahnya...Dia membuka pintu bagiku...Ku peluk
erat-erat tubuhnya...
"DAUN terbang karena tiupan ANGIN
atau karena POHON tidak memintanya
untuk tinggal?"
JIKA KAU MENGINGINKAN CINTA DARI
SESEORANG...TUNJUKKAN CINTAMU !!!!
CINTA TIDAK MEMBUTUHKAN
KERAGUAN...TUNJUKKAN SAJA !!!!
Ketika itu, dia selalu duduk disana sendirian atau dengan teman2nya memerhatikan Pohon...
Ketika Pohon berbicara dengan gadis2, ada cemburu di matanya...
Ketika Pohon melihat ke arah Daun, ada senyum di matanya...
Memperhatikannya menjadi kebiasaanku...seperti daun yang suka melihat Pohon.
Satu hari saja tak kulihat dia...AKU merasa sangat kehilangan...
Di sudut ruang itu, ku lihat pohon sedang memperhatikan daun...
Air mengalir di mata daun ketika Pohon pergi...
Esoknya...Ku lihat Daun di tempatnya yang biasa, sedang memperhatikan Pohon...
AKU melangkah dan tersenyum padanya...Kuambil secarik kertas..kutulis dan kuberikan padanya...
Dia sangat kaget...
Dia melihat ke arahku, tersenyum dan menerima kertas dariku...
Esoknya...dia datang...menghampiriku dan memberikan kembali kertas itu...
Hati Daun sangat kuat dan Angin tidak bisa meniupnya pergi, hal itu
karena Daun tidak mau meninggalkan Pohon.
AKU melihat kearahnya...kuhampiri dengan kata2 itu...
Sangat pelan...dia mulai membuka dirinya dan menerima kehadiranku dan
telponku...
AKU tau orang yang dia cintai bukan AKU...tapi AKU akan berusaha agar
suatu hari dia menyukaiku...Selama 4 bln, AKU telah mengucapkan
kata Cinta tidak kurang dari 20x kepadanya...Hampir tiap kali dia mengalihkan
pembicaraan...tapi AKU tidak menyerah...Keputusanku bulat....AKU ingin
memilikinya...dan berharap dia akan setuju menjadi pacarku....
Aku bertanya," apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak pernah membalas?
Mengapa kau selalu membisu?"Dia berkata, "AKU menengadahkan kepalaku"...
"Ah?" Aku tidak percaya dengan apa yang kudengar...
"Aku menengadahkan kepalaku" dia berteriak...
Kuletakkan telepon......melompat....berlari seribu
langkah...ke rumahnya...Dia membuka pintu bagiku...Ku peluk
erat-erat tubuhnya...
"DAUN terbang karena tiupan ANGIN
atau karena POHON tidak memintanya
untuk tinggal?"
JIKA KAU MENGINGINKAN CINTA DARI
SESEORANG...TUNJUKKAN CINTAMU !!!!
CINTA TIDAK MEMBUTUHKAN
KERAGUAN...TUNJUKKAN SAJA !!!!
Monday, May 23, 2005
Akhir dari serangkaian kata...!
Yang kekasih...
Kekasih SEHARUSNYA adalah orang yang paling
mengerti kita
dalam keadaan apapun.baik dalam senang
maupun susah.
kekasih SEHARUSNYA hadir disaat kita bahagia
dalam menjalani
hari-hari kita.
kekasih SEHARUSNYA juga hadir disaat kita
sedang mengalami
suatu masalah dan dia bisa menjadi teman maupun
orang tua yang bisa memberikan perhatian,saran
dan
bantuan untuk mengeluarkan kita dari masalah.
tapi apa artinya bila dia meninggalkan kita sendiri??
itu berarti dia tidak siap menjadi kekasih kita.
dia tidak siap menerima diri kita seutuhnya
dalam keadaan apapun.
tidak siap menerima segala
kelebihan dan kekurangan kita.
apalagi hanya karena masalah kecil yang mungkin
sebenarnya hanya kesalahpahaman saja.yang
mungkin
hanya di dasari rasa emosi.
tapi mungkin itulah yang harus terjadi bila
seorang yang kita kasihi dan cintai meninggalkan
kita.
siap atau tidak
siap kita harus menerimanya dengan lapang
dada.tanpa ada yang perlu disesali.
justru harus di
syukuri bahwa pikiran kita bisa terbuka untuk
menerima siapa yg pantas di jadikan kekasih dan
siapa yg tidak.
mungkin di luar sana masih banyak
orang yg lebih baik untuk menjadi kekasih kita.
walaupun kita kehilangan kekasih tapi jangan
pernah menganggap bahwa dia sudah menjadi
musuh
kita.
anggaplah bahwa dia adalah tetap
teman,seseorang yang pernah dekat dengan kita
dan
mempunyai kenangan2 indah bersama kita.
jangan pernah merasa dendam tapi tetaplah
tersenyum untuknya karena mungkin suatu saat dia
akan mengerti dan menerima diri kita seutuhnya....
Salam CINTA untuk yang terkasih
Kekasih SEHARUSNYA adalah orang yang paling
mengerti kita
dalam keadaan apapun.baik dalam senang
maupun susah.
kekasih SEHARUSNYA hadir disaat kita bahagia
dalam menjalani
hari-hari kita.
kekasih SEHARUSNYA juga hadir disaat kita
sedang mengalami
suatu masalah dan dia bisa menjadi teman maupun
orang tua yang bisa memberikan perhatian,saran
dan
bantuan untuk mengeluarkan kita dari masalah.
tapi apa artinya bila dia meninggalkan kita sendiri??
itu berarti dia tidak siap menjadi kekasih kita.
dia tidak siap menerima diri kita seutuhnya
dalam keadaan apapun.
tidak siap menerima segala
kelebihan dan kekurangan kita.
apalagi hanya karena masalah kecil yang mungkin
sebenarnya hanya kesalahpahaman saja.yang
mungkin
hanya di dasari rasa emosi.
tapi mungkin itulah yang harus terjadi bila
seorang yang kita kasihi dan cintai meninggalkan
kita.
siap atau tidak
siap kita harus menerimanya dengan lapang
dada.tanpa ada yang perlu disesali.
justru harus di
syukuri bahwa pikiran kita bisa terbuka untuk
menerima siapa yg pantas di jadikan kekasih dan
siapa yg tidak.
mungkin di luar sana masih banyak
orang yg lebih baik untuk menjadi kekasih kita.
walaupun kita kehilangan kekasih tapi jangan
pernah menganggap bahwa dia sudah menjadi
musuh
kita.
anggaplah bahwa dia adalah tetap
teman,seseorang yang pernah dekat dengan kita
dan
mempunyai kenangan2 indah bersama kita.
jangan pernah merasa dendam tapi tetaplah
tersenyum untuknya karena mungkin suatu saat dia
akan mengerti dan menerima diri kita seutuhnya....
Salam CINTA untuk yang terkasih
Monday, March 28, 2005
Teman Vs Pacar
"Enough my Friend.."
kira - kira begitulah kalimat yang keluar dari mulut gue di Kamis Malam di dalam mobil,
setelah serentetan kalimat - kalimat yang tidak berkenan walaupun berbau canda, keluar dari mulut sahabat gue sendiri..
"gue pulang aja, gak ikut makan sama kalian..!"
"wah gak asyik luh..!"
"eh biarin aja kalo dia gak mau ikut..!"
gue agak nyolot nanggepinnya..
pada akhirnya seseorang yang tadinya gue anggep sebagai sahabat gue itu mengeluarkan kata2
yang cukup ngedropin gue....
"gak penting...pacar kayak gitu aja lu bela in..BRAKK!!!"
well, gue gak nyangka temen gue yang selama ini gue anggep saudara gue sendiri,
sampai ngomong kayak gitu hanya karena suatu hal yang jelas - jelas
bukan salah gue...
Apakah selalu seperti itu?
apa yang harus gue pilih antara pertemanan atau pacar..?
apakah selalu pertemanan lebih abadi daripada pacar?
gimana kalo temen kita salah..? apakah kita harus selalu membela pertemanan
dan menutup mata atas kesalahan teman kita sendiri,...
demi membela keabadian suatu persahabatan?
adil gak kayak gitu...?!!!!
kira - kira begitulah kalimat yang keluar dari mulut gue di Kamis Malam di dalam mobil,
setelah serentetan kalimat - kalimat yang tidak berkenan walaupun berbau canda, keluar dari mulut sahabat gue sendiri..
"gue pulang aja, gak ikut makan sama kalian..!"
"wah gak asyik luh..!"
"eh biarin aja kalo dia gak mau ikut..!"
gue agak nyolot nanggepinnya..
pada akhirnya seseorang yang tadinya gue anggep sebagai sahabat gue itu mengeluarkan kata2
yang cukup ngedropin gue....
"gak penting...pacar kayak gitu aja lu bela in..BRAKK!!!"
well, gue gak nyangka temen gue yang selama ini gue anggep saudara gue sendiri,
sampai ngomong kayak gitu hanya karena suatu hal yang jelas - jelas
bukan salah gue...
Apakah selalu seperti itu?
apa yang harus gue pilih antara pertemanan atau pacar..?
apakah selalu pertemanan lebih abadi daripada pacar?
gimana kalo temen kita salah..? apakah kita harus selalu membela pertemanan
dan menutup mata atas kesalahan teman kita sendiri,...
demi membela keabadian suatu persahabatan?
adil gak kayak gitu...?!!!!
Saturday, March 26, 2005
Sebutir Debu
sebutir debu yang kau milikidi ujung matamu yang selalu menyiratkan kegelisahan dan kehampaan.
suatu hari saat aku memandang matamu dan kau mengalihkan pandangan ke arah yang berbeda, aku menemukan sebutir debu itu.
begitu jelas dan itu membuatmu nampak seperti debu, menyatu jiwamu dengan debu yang ringan dan terkadang di abaikan.
"di matamu ada debu yang menempel"
kau diam dalam keheningan, dalam sorot mata yang masih menyiratkan kegelisahan namun terasa hampa.
"kamu tidak merasa terganggu?"
dia diam"biarkan aku mengambilnya"
matanya bergerak perlahan memandangku dan dia memejamkan matanya,
debu itu masuk kedalam matanya yang dalam
dan masuk dalam peredaran darahnya yang dalam
dan akhirnya kini benar-benar menjadi bagian dari jiwanya yang dalam.
aku tercenung, tak memahami jiwa yang dimilikinya.
"debu itu kini milikku, aku kini menjadi debu."ujarnya perlahan, matanya memerah.
"aku adalah sebutir debu"sesaat setelah dia mengatakan itu mendadak dia tak terlihat lagi olehku,
yang kulihat adalah sebutir debu yang melayang-layang dan tak tentu arah mencari tempat baru untuk menempel.
terdengar bisikan lirih,"akulah debu, akulah yang terabaikanaku hanya ingin melayang-layangaku hanya ingin mencari tempatku di duniaaku jangan kau singkirkan aku jangan kau hempaskanaku hanya ingin tempatkutempatku sendiri"aku tercekat,
mendengar suara yang selama ini mungkin jauh lebih terdengar di dalam hatinya.
aku melangkah perlahan, gontai seperti debu yang melayang-layang itu, mencari tempatku yang selama ini begitu sulit aku temukan.
apakah aku sebutir debu juga?
suatu hari saat aku memandang matamu dan kau mengalihkan pandangan ke arah yang berbeda, aku menemukan sebutir debu itu.
begitu jelas dan itu membuatmu nampak seperti debu, menyatu jiwamu dengan debu yang ringan dan terkadang di abaikan.
"di matamu ada debu yang menempel"
kau diam dalam keheningan, dalam sorot mata yang masih menyiratkan kegelisahan namun terasa hampa.
"kamu tidak merasa terganggu?"
dia diam"biarkan aku mengambilnya"
matanya bergerak perlahan memandangku dan dia memejamkan matanya,
debu itu masuk kedalam matanya yang dalam
dan masuk dalam peredaran darahnya yang dalam
dan akhirnya kini benar-benar menjadi bagian dari jiwanya yang dalam.
aku tercenung, tak memahami jiwa yang dimilikinya.
"debu itu kini milikku, aku kini menjadi debu."ujarnya perlahan, matanya memerah.
"aku adalah sebutir debu"sesaat setelah dia mengatakan itu mendadak dia tak terlihat lagi olehku,
yang kulihat adalah sebutir debu yang melayang-layang dan tak tentu arah mencari tempat baru untuk menempel.
terdengar bisikan lirih,"akulah debu, akulah yang terabaikanaku hanya ingin melayang-layangaku hanya ingin mencari tempatku di duniaaku jangan kau singkirkan aku jangan kau hempaskanaku hanya ingin tempatkutempatku sendiri"aku tercekat,
mendengar suara yang selama ini mungkin jauh lebih terdengar di dalam hatinya.
aku melangkah perlahan, gontai seperti debu yang melayang-layang itu, mencari tempatku yang selama ini begitu sulit aku temukan.
apakah aku sebutir debu juga?
Subscribe to:
Posts (Atom)